|
"UMAT ISLAM
WAJIB KUASAI IPTEK"
13
April 2007,
MT Admin
Rasullullah SAW semasa hidupnya
selalu melakukan aktifitas yang dapat memberikan nilai tambah
kepada para umatnya. Baginda Nabi juga dapat menyeimbangkan
waktu-waktu tertentu baik dalam beribadah maupun dalam hal
lainnya. Semasa hidupnya juga Nabi Muhammad SAW tidak
memerlukan tampilan yang bersifat sementara tetapi beliau
selalu melihat ari tampilan tersebut, agar umat Islam
dipermukaan bumi ini selalu memahami dan dapat mengamalkan apa
yang mereka perlihatkan ketika mereka melaksanakan ibadah
kepada Allah SWT. Hal ini disampaikan oleh Al-Ustadz Drs. H.
Marajaksa Harahap, S.Ag dalam tausiahnya pada acara
memperingati Mulid Nabi Muhammad SAW di hadapan civitas
akademika Univerisitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, pada
hari Kamis 12/4.
Umat Islam
juga diwajibkan menguasai ilmu pengatahuan agar dapat melawan
kemungkaran-kemungkaran yang selalu ditampilkan dalam
teknologi sekarang, seperti penggunaan internet maupun alat
komunikasi dan media elektronik dan cetak. Kata Marajaksa.
"Jaman
sekarang gampang sekali kita melalukan aplikasi atau
menampilkan kegiatan maupun gambar-gambar yang menyalahi
aturan agama, ketika kita dapat menggunakan pemakaian
teknologi kita umat Islam dapat membantu agar tidak ada lagi
tampilan yang merusak moral umat Islam." Lanjut Marajaksa.
Marajaksa
Harahap juga mengingatkan generasi muda, bahwa sudah saatnya
generasi muda Islam dapat merespon kondisi lingkungan sekarang,
agar kita dapat mengerti kejadian alam dan fenomena yang
terlihat di permukaan bumi ini. Banyak umat Islam yang tidak
menguasai arti lingkungannya sehingga setiap ada gejala
lingkungan di muka bumi selalu dikaitkan dengan mitos dan
dapat menjadikan kita lari dari aturan Al Qur'an dan Hadist,
serta dapat membuat kemusrikan bagi umat Islam tersebut.
Sementara itu
Presiden Mahasiswa UMN Al-Washliyah Dian Yudistira dalam
sambutannya mengatakan, bahwa mengikuti apa-apa yang pernah
dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sunah bagi kita
terutama generasi muda yang benar-benar harus dapat mencontoh
prilaku atau kepribadian Rasullullah SAW.
Dian juga
mengatakan bahwa kegiatan memperingati Maulid Nabi SAW ini
adalah kegiatan terakhir masa kepemimpinannya, karena dalam
waktu dekat ini akan ada pemilihan raya untuk menentukan siapa
yang bakal menjadi Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa (PEMA
) UMN Al-Washliyah periode 2007-2008.
Acara Maulid Nabi
tersebut di Ketuai oleh Zulfisar Hari Harahap dan Edi
Zulfikar (LDK) yang bertindak sebagai sekretaris dan sekaligus
sebagai moderator. Acara juga di selingi dengan pembacaan
puisi oleh sdri. Rhouzatul Bastari (Mahasiswa FKIP).
Turut
memberikan sambutan Pembantu Rektor III UMN Al-Washliyah Drs.
H. Kondar Siregar mengatakan, dengan memperingati kelahiran
Baginda Nabi Muhammad SAW, kita dapat mentauladani semua apa
yang pernah dilakukan Rasullullah SAW, sehingga dalam
kehidupan kita sehari-hari dapat menjadi cermin seorang muslim.
Kondar
Siregar juga menyinggung tentang kegiatan pemilihan raya untuk
memilih pemimpin ditingkat mahasiswa yakni Presiden dan Wakil.
"ciptakan suasana yang harmonis dan intelektual sehingga
Pemilu Raya berjalan dengan lancar dan kita mendapatkan hasil
yang maksimal serta Presiden dan wakil yang terpilih dapat
mewakili dan menampung aspirasi mahasiswa”. (Zul)
|