|
29
Oktober 2007,
MT Admin
DEPUTI Menegpora
Prof. Dr.Ir. Dato' Djohar Arifin Husein, tampaknya 'lesu darah'
melihat kondisi negara yang kelihatannya belum juga pulih dari
keterpurukan. Dalam sebuah acara Halal Bi Halal Ikatan Pelajar
dan Alumni Malaysia Asal Sumatera Utara (IPAMSU) yang digelar
dikampus Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah,
Jalan Garu II Medan, Minggu (28/ 10), Djohar Arifin
blak-blakan menyoal sistem kerja pejabat negara dan sederatan
orang yang hendak maju dalam pencalonan menjadi pejabat negara
ini.
Semua orang tahu
Indonesia negara besar dan kaya akan sumber daya alamnya.
Namun, kata Djohar Arifin, semua ini belum dapat dimanfaatkan
untuk sebesar-besar kemakmuran rakyatnya, karena negara kita
belum mempunyai pemimpin yang ahli di bidangnya, baik itu
tingkat nasional maupun daerah.
Indikasi itu,
tambahnya, dapat dilihat dari kondisi saat ini, baik pejabat
maupun orang-orang yang mau mencalonkan diri jadi pejabat,
muncul dari kalangan orang-orang yang berduit namun tidak
berkualitas. Sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk
menyelesaikan berbagai persoalan bangsa.
Bayangkan saja,
saat ini saja, pejabat negeri ini, lebih sering membicarakan
serta membahas program kerja politik tahun 2008 dan 2009 dalam
rangkaian Pilkada dan Pemilu, ketimbang melakukan langsungkan
program-program pembangunan ekonomi, sosial, budaya dan
kesejahteraan rakyat kedepan," ujar Djohar Arifin pada acara
yang juga dihadiri Naib Conselor University Selangor Malaysia
Prof Dato' Razali Agus, Rektor UMN Al-Washliyah Hj. Sri
Sulistyawati SH, Msi, Ph.D, Ketua APTISI Sumut Ir. Syahrum
Razali MM, Ketua IPAMSU serta 200 an lulusan S-l, S-2 dan S-3
dari berbagai universitas di Malaysia.
Yang lebih parah,
banyak sekarang terlihat pejabat daerah justeru memanfaatkan
APBD, beberapa persen untuk Bupati/Walikota, dan berapa persen
lagi untuk istri-istri pejabat itu, yang jelas untuk
kepentingan pribadi saat ini dan untuk rancangan masing-masing
ke depan," ujamya.
Mengenai semarak
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Djohar Arifin meminta agar
cara-cara yang ditempuh lebih santun dan Islami, sehingga
kedepan akan lahirpemimpin yang amanah, yang benar-benar
memperjuangkan rakyat.
KOMITMEN IPAMSU
Rektor UMN Al-Washliyah
Hj. Sri Sulistyawati SH, M.Si, PhD mengatakan, IPAMSU harus
melahirkan komitmen yang sama dalam pembangunan pendidikan
bangsa. Karena itu, apa yang didapat dari negeri tetangga itu,
dapat direalisasikan di negeri sendiri. "IPAMSU harus
mengambil peran penting untuk pendidikan bangsa ini," ujar
lulusan Doktoral University Malaya Malaysia ini.
Sementara itu,
Prof. Dato' Razali Agus berharap kerjasama bidang pendidikan
antar negeri serumpun ini dapat ditingkatkan. IPAMSU harus
mampu menciptakan ruang bersifat ilmiah, dalam bidang apa saja
misalnya bisnis, budaya, sosial dan ilmu pengetahuan dan
teknologi, pendidikan dan lainnya. Ini bertujuan untuk
melestarikan silaturahmi dua negara yang mayoritas berpenduduk
Islam ini,” tandasnya. |