|
25
Agustus 2008,
MT Admin
Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir.
Gatot Pujonugroho menyatakan kegembiraannya atas prestasi ,akademik
yang diraih Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah,
Prof. Hj. Sri Sulistyawati SH, MSi, Ph.D menjadi satu-satunya
guru besar wanita di lingkungan Kopertis Wilayah I Sumut-NAD.
"Prestasi ini hendaknya menjadi motivator bagi peningkatan
kualitas pendidikan kita ke arah yang lebih baik di masa
mendatang," ujar Wagubsu saat memberikan sambutan pada
Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Ilmu Hukum Lingkungan,
Pengantar Ilmu Hukum dan Hukum Administrasi Negara pada
Fakultas Hukum UMN Al-Washliyah di aula kampus UMN Al-Washliyah,
Jalan Garu II Medan.
Senada dengan itu, Koordinator
Kopertis Wilayah I, Prof. Dr. H. Zainuddin, M.Pd dalam
sambutannya selain menyampaikan rasa bangganya karena Sri
Sulistyawati menjadi wanita pertama di lingkungan Kopertis
Wilayah I berhasil meraih professor, ia juga berharap prestasi
ini menjadi motivator kepada dosen PTS lainnya untuk meraih
prestasi lebih baik, sehingga akan memberikan hasil sangat
positif bagi kemajuan pendidikan di daerah ini.
Sementara itu,
Prof Sri Sulistyawati dalam pidato ilmiah bertajuk “Peranan
Perempuan Dalam Mengatasi Dampak Perubahan Iklim” mengatakan,
peranan wanita di negeri ini ternyata sangat strategis dan
menentukan dalam mensukseskan program pelestarian lingkungan
hidup di Indonesia pada khususnya maupun iklim secara global
demi keselamatan umat manusia.
Landasan ini disampaikan
mengingat jumlah wanita di Indonesia terbukti lebih banyak
dari pria. Selain itu aktifitasnya lebih banyak di rumah
bersama keluarga dan masyarakat sehingga dapat melaksanakan
upaya penyelamatan lingkungan melalui tingkat terkecil yaitu
keluarga agar dapat menyebarluas berkesinambungan.

Berdasarkan data terakhir, jumlah
wanita di Indonesia 122. 922.553 jiwa sedangkan pria ; adalah
122.527.186jiwa. Dengan demikian selisih jumlah wanita dengan
pria sebanyak 395.367 jiwa. Karena itu jika potensi ini
dikelola dengan baik dan profesional, niscaya pemerintah dan
aparat penegak hukum dapat terbantu dalam melaksanakan tugas
pelestarian serta pengelolaan lingkungan", ungkap Sri.
Pangukuhan
berlangsung meriah dan khidmat itu dihadiri Wagubsu Ir. Gatot
Pujonugroho, Kordinator Kopertis Wilayah I, Prof. Dr. H.
Zainuddin, M.Pd, Ketua PB Al-Washliyah KH. Azidin, SE civitas
akademika UMN Al Washliyah, tokoh pendidikan dan beberapa
orang guru dari Prof. Dr. Hj. Sri ketika masih SMA di Wonogiri.
Dikatakan
Sri, strategisnya peranan wanita melaksanakan tugas
pelestarian, seperti dengan jumlahnya yang lebih banyak
tersebut aktif melakukan penanaman pohon secara rutin. "Kalau
ini terlaksana, maka pertumbuhan jumlah pohon akan terjadi
cukup baik dan menggembirakan", katanya.
Menurut Sri,
transformasi ekonomi pasca kemerdekaan untuk memperbaiki
kualitas hidup rakyat, berlangsung dalam konteks dinamika
ekonomi politik dan luar negeri lebih berpusat pada
pertumbuhan ekonomi, kestabilan politik dan pemerataan dengan
basis eksploitasi sumber daya alam yang kurang berkelanjutan.
Bahkan tidak selalu sejalan dengan kepentingan nasional.
Akibatnya
pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim dan kenaikan
frekuensi maupun intensitas keadaan cuaca yang ektrim. Bahkan
berdasarkan laporan badan dunia, mengindikasikan Indonesia
merupakan salah satu negara yang rentan terhadap bencana
terkait dengan iklim. Dampak lain adaiah tenggelamnya
kepulauan yang ada di tanah air. "Berdasarkan laporan saat ini
sebanyak 24 pulau kecil telah hilang", jelas Sri.
Untuk itu
selain strategi triple track strategy yaitu pro poor,pro job
dan pro growth juga harus dikembangkan jalur pro environment
dengan basis berkelanjutan dengan menjadikan wanita sebagai
salah satu pilar utamanya, terang Rektor UMN.
|