Menu Utama  l  Kumpulan Berita  l  Link Kampus  l  Foto Kampus

 

         

Peradaban Modal Utama Membangun Bangsa

"Kunjungan Rektor UMN Al-Washliyah dan Rombongan ke Jepang"

 

 

 

19 Maret 2008, MT Admin

 

Rektor Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah, Hj. Sri Sulistyawati, SH, M.Si, Ph.D menilai maju mundurnya sebuah bangsa harus dimulai dari peningkatan  kualitas sumber daya manusia  (SDM).

 

Menurut Rektor, dengan menghormati nilai-nilai budaya dan peradaban yang positif sebagai warisan para leluhur, merupakan modal utama membangun bangsa . Misalnya saja negara Jepang, meski negerinya porak poranda akibat perang, tetapi karena akar budaya dan peradaban yang luhur yang di wariskan para leluhurnya, membuat negara itu berkembang cepat dan kini menjadi salah satu Negara maju di dunia.

 

Hal itu di sampaikan Rektor di kampus UMN Jalan Garu II Medan, Kamis (6/12), Usai memenuhi undangan Prof.Keiichi Kawai Ph.D dari Faculty of Apllied Biologocal Science, Gifu University, Jepang, selama sepekan,15-22 Nopember 2007 lalu.

 

Menurut Rektor, pada hakikatnya SDM bangsa kita tidak kalah dengan bangsa Jepang maupun bangsa lainnya, apalagi didukung sumber daya alam yang cukup besar. Tetapi, bangsa Jepang mau belajar dari peradabannya serta menghormati petuah positif dari leluhurnya, sehingga bangsa itu menjadi bangsa yang tertib dan beradab.

 

Karena semua komponen bangsa Jepang bersatu dalam pola pandang yang sama, rasa nasionalisme dan moral kebangsaanyya menjadi kokoh. Dan, ini modal dasar mereka membangun.

 

Sebagai contoh, kata Rektor, saat mereka memberikan uang tip kepada seorang pelayan hotel, ia menolaknya. Sebab, ia merasa tidak mau mempermalukan bangsanya menjadi orang peminta-minta.

 

“Contoh lain, saat saya meminta seorang guide memetik buah-buahan yang tumbuh di tepi jalan, orang Jepang itu juga menolak karena menurut leluhurnya perbuatan itu sangat tercela dan pelakunya bisa mendapat *karma* dari setiap perbuatan buruknya,” kutip Rektor dari pria pemandu wisata itu.

 

Jadi, kata Rektor, jika negara ini ingin maju, hendaknya bercermin pada nilai-nilai positif yang dimiliki bangsa ini, seperti prinsip gotong royong dan lainnya. Jika pola pandang sudah menjadi satu, tentunya tidak akan ada lagi perusak-perusak bangsa, yang hanya mencari keuntunga pribadi dan kelompoknya.

 

Rektor juga mengatakan, kunjungannya ke Jepang, juga telah memberi inspirasi membangun UMN kearah yang lebih positif dengan menerapkan nilai-nilai kebangsaan seperti yang dimiliki bangsa Jepang kepada mahasiswanya. Selain itu, Rektor juga telah menjajaki bagaimana jika hubungan pendidikan antara beberapa institusi pendidikan tinggi Jepang dapat bersinergi dengan UMN.

 

Dalam kesempatan itu, Rektor beserta beberapa pimpinan universitas di Indonesia juga melawat universitas Hiroshima University Of Economic, Jepang. Negara ini adalah salah satu negara korban bom atom, tetapi sebentar saja sudah bangkit dari keterpurukan. UMN akan menjalin kerjasama di bidang Fakultas Ekonomi, sedangkan ke Gifu University, UMN merencanakan kerjasama di bidang Fakultas Pertanian.

 

Rombongan rektorat UMN, yang juga diikuti Ketua Alumni UMN, Hardi Mulyono SE, diterima Dekan Fakultas Pertanian Gifu University, Fr. Agr. Furuta Yoshi Hiko dan pejabat lainnya, profesor Kazuhiro Takamizawa Ph.D. Sedangkan di Universitas Ekonomi Hiroshima, rombongan UMN diterima profesor George R. Harada selaku Director Office of International Exchange.

 

Sebelumnya, UMN juga telah menjajaki kerjasama dengan University Selangor Malaysia dibidang pertukaran dosen dan mahasiswa, sekaligus menambah wawasan seputar pendidikan di manca negara.

 

Rektor menjajaki kerjasama itu bersama Tokoh Pendidikan Malaysia, Dato’ Dr. Razali Agus MA, Deputi Menegpora Prof. Dr. Ir. H. Djohar Arifin, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) Pusat, Dr. Ir. Suhariadi, MS, dan koordinator  Kopertis Sumut-NAD, prof. Hj. T. Silvana Sinar, Ph.D. “Ini kita kembangkan dalam rangkaian meningkatkan kualitas lulusan,” tandas Rektor UMN

 

 

Pencarian :