Menu Utama  l  Kumpulan Berita  l  Link Kampus  l  Foto Kampus

 

         

Seminar Nasional Kepemudaan

 

 

 

 

06 April  2007, MT Admin

       Seminar yang diadakan oleh PEMA (Pemerintah Mahasiswa) Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah tanggal 06 April 2007 itu  menampilkan tiga orang pembicara, Drs. H. Sakhyan Asmara, M.SP (Deputi MENPORA Bidang Pemberdayaan Pemuda), Abdur Rahim, ST (Tokoh Pemuda SUMUT, Anggota Dewan) dan Drs. Ridwanto, M.Si (Pembantu Rektor I UMN).

       Acara seminar nasional tersebut dibuka oleh Rektor UMN Al-Washliyah, Hj. Sri Sulystiawati, SH, M.Si, Ph.D. Dalam pembukaan tersebut beliau mengatakan bahwa pemuda (khusus mahasiswa) harus bisa mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya supaya tidak ketinggalan dan mampu bersaing dengan pemuda dan mahasiswa dari luar. UMN sangat konsen terhadap masalah tersebut. Terbukti dengan banyaknya kegiatan yang diadakan, yang pada intinya adalah dalam rangka meningkatkan daya saing dan kompetensi mahasiswa terhadap tantangan dari luar. Ketika universitas muslim nusantara disandingkan dengan universitas lainnya ternyata UMN tidak kalah. UMN mampu bersaing dan tidak kalah dengan universitas lainnya baik dalam wilayah Sumatera Utara maupun Nasional bahkan Internasional, dan ternyata UMN sangat diperhitungkan.

          Seminar tersebut diketuai oleh Sdr. Khairussaid Fauzi dan Sdr Edi Zulfikar sebagai sekretaris. Pada kesempatan tersebut Sdr. Presiden Mahasiswa UMN Al-Washliyah (Dian Yudistira) juga berkenan memberikan pandangannya mengenai perkembangan pemuda dan mahasiswa kita saat ini secara umum dan perkembangan mahasiswa UMN pada khususnya

         Dalam presentasenya Drs. H. Sakhyan Asmara, M.SP yang berjudul "Peran dan Fungsi Pemuda dalam membangun Bangsa" mengatakan bahwa pemuda harus terus memacu semangat kemandirian bangsa, agar kita dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Pemuda adalah potensi dan kader yang harus diberdayakan, dikembangkan dan dilindungi karena mengingat jumlah pemuda yang sangat banyak yaitu sekitar 37,8 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 80 juta dari 220 juta penduduk Indonesia. Mengingat banyaknya jumlah pemuda tersebut maka pemuda bisa dijadikan sebagai aset yang sangat strategis dalam mengarahkan roda bangsa.

        Munculnya berbagai masalah sosial ekonomi, sosial budaya, sosial politik dan permasalahan lainnya seperti adanya trend degradasi budaya dikalangan pemuda, Modernisasi bergeser ke westernisasi, Adanya penetrasi nilai-nilai budaya asing, agama diterima secara acuh tak acuh, degradasi semangat kebangsaan, memudarnya spirit of the nation, melemahnya idealisme dan patriotisme serta meningkatnya pragmatisme dan hedonisme yang marasuk pemuda Indonesia mengakibatkan bangsa ini terpuruk dan tidak mampu bangkit dari keterpurukan tersebut.

            Sementara itu Abdur Rahim, ST (Tokoh Pemuda SUMUT, Anggota Dewan) dalam presentasenya yang berjudul "Peran Pemuda dalam Membangun Bangsa" mengatakan bahwa manusia kalau ingin maju dia harus berubah "if you don't change, you'll die" jika tidak berubah dia akan mati dan terglas oleh perkembangan zaman dan akan tertinggal mengingat besarnya tantangan yang akan dihadapi, antara lain : Zaman komunikasi yang serba instan, Dunia tanpa batas-batas ekonomi, internasionalisasi tenaga kerja, perdagangan dan pembelajaran melalui internet dan masyarakat layanan baru.

             Disamping itu beliau juga mengatakan bahwa pemuda memiliki nilai strategis karena pemuda adalah merupakan agen perubahan (Agent of Change) dan calon pemimpin dan pakar (Iron Stock) serta pemuda juga merupakan sosok da'i karena pemuda harus mampu mengajarkan kepada hal-hal bersifat baik dan positif. Kalau pemuda ingin maju dan mempunyai nilai saing maka pemuda harus memiliki berbagai kecerdasan antara lain, kecerdasan Intelektual (Logika), Kecerdasan Kreativitas, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan motivasional.

              Sedangkan pembicara terakhir Drs. Ridwanto, M.Si dalam presentasenya yang berjudul "Menyorot Realitas Pemuda-Mahasiswa Kini dalam Konteks Kehidupan Bermasyarakat" menjelaskan bahwa sebenarnya pemuda dan mahasiswa memiliki potensi yang sangat besar yang dapat dijadikan modal dan aset dalam pengembangan dan kemajuan bangsa antara lain : Pemuda memiliki pemikiran kritis dalam melihat kelemahan, dinamis dan kreatif ; mampu mengadakan perubahan, memiliki fisik yang kuatdan jumah yang banyak dan memiliki sifat yang optimis dan semangat yang tingi.

              Beliau juga mengatakan bahwa pemuda adalah agen perubahan, kemajuan dan kehancuran bangsa ini terletak sepenuhnya ditangan pemuda. Tongkat estafet peralihan suatu peradaban terletak di pundak pemuda. Baik buruknya nasib bangsa kelak, bergantung pada kondisi pemuda dan mahasiswa sekarang ini. Dalam presentase beliau, banyak sekali nasehat dan arahan yang diberikan yang pada intinya bagaimana membuat pemuda menjadi salah satu dan satu-satunya ujung tombak suatu bangsa dan beliau juga mengharapkan kepada pemuda dan mahasiswa agar mencari nilai tambah atau nilai lebih baik itu keterampilan maupun keahlian dalam hal apa saja yang dapat menagangkat harkat dan martabat pemuda tersebut.

               Pada akhir acara, panita yang diwakili oleh Bp. Tukimin,SE memberikan bingkisan sebagai tanda terima kasih Universitas Muslim Nusantara kepada ketiga pembicara tersebut yang telah menunjukkan andil dan perhatian yang besar kepada mahasiswa UMN Al-Washliyah dan pemuda Indonesia pada umumnya.

 

          

  

 

 

Pencarian :