Menu Utama  l  Kumpulan Berita  l  Link Kampus  l  Foto Kampus

 

         

Pesantren Jadi Panutan Upaya Penyelamatan Lingkungan

 

     

 

Seminar : UMN Kerjasama dengan Meneg KLH

 

16 Mei 2008, MT Admin

 

Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup Daerah (Bapedalda) Sumut Prof H Syamsul Arifin SH MH mengungkapkan, pondok pesantren menjadi salah satu panutan terhadap upaya' penyelamatan lingkungan. Karena di lembaga pendidikan ini, para santri hidup dalam satu komunitas dan mereka dituntut untuk menciptakan suasana lingkungan yang sehat agar proses belajar dapat terlaksana dengan baik.

 

Selain itu, penyampaian program penyelamatan lingkungan dengan bahasa agama melalui lembaga pesantren, lebih mudah diterima masyarakat kita yang agamis, sehingga program penyelamatan lingkungan diharapkan dapat tercapai.

 

Demikian disampaikan Syamsul Arifin ketika membuka Program Eco-Pesantren tentang Lingkungan Hidup di Kampus Universitas Muslim Nusantara (UMN) Alwasliyah, Kamis (15/5).

 

Kepala Bapedalda Sumut juga mengingatkan kepada pengurus pesantren agar memberikan perhatian seriusnya terhadap pengelolaan limbah. "Limbah seperti kotoran matiusia maupun sampah organik dan non organik bila dikelola dengan benar, dapat memberi hasil cukup
menjanjikan", katanya.

 

Sementara Rektor UMN Alwasliyah Hj Sri Sulistyawati SH MSi PhD didampingi ketua panitia kegiatan Zulkarnain Lubis kepada pers menjelaskan, kegiatan diikuti oleh 69 peserta utusan 23 pondok pesantren di Medan, Deli Serdang, Langkat dan Tapanuli Selatan merupakan kerjasama UMN dengan Menteri Negera Kementrian Lingkungan Hidup (Meneg KLH).

 

Kerjasama ini, kata rektor, karena sebelumnya UMN Alwasliyah pernah menjalin hubungan dalam upaya penyelamatan lingkungan hidup tersebut. "Karena itu partisipasi yang diberikan diharapkan sebagai langkah baik upaya penyelamatan lingkungan hidup melalui pondokj
pesantren", terang Sri.

 

Hadir pada kesempatan itu, Ir Bambang Widyantoro Asisten Deputi Urusan Pemberdayaan Masyarakat Perkotaan Meneg KLH dan penanggung jawab kegiatan Wartin Sumana SSos yang juga Kabid Masyarakat Pemukiman KLH.

 

Ir Hamzah Lubis SH MSi dalam makalahnya menjelaskan, agama memiliki lima filosofi dalam upaya penyelematan lingkungan, yaitu reference yaitu berdasarkan dalil kitab suci, resfect atau penghargaan kepada semua makhluk dan Restrain atau kemampuan untuk mengonlrol.

 

Selanjutnya Redistribusian yaitu kemampuan untuk menyebarkan kekayaan melalui langkah kedermawanan dan responsibility atau sikap tanggung jawab dalam melihat kondisi lingkungan alam.

 

Pemakalah lain pada pertemuan itu Muhammad Hasballah Thaib membawakan materi dengan topik 'Pengelolaan lingkungan secara Islami berdasarkan hadis dan fiqih’.

 

Pencarian :