|
WAGUBSU :
Alumni UMN Harus Siap Hadapi Tantangan Global Dunia Pendidikan
18 Maret 2009,
MT Admin
Wakil Gubernur
Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, ST, mengingatkan alumni
Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah berbenah dalam
meningkatkan daya saing baik secara nasional maupun
internasional.
Hal itu disampaikan
Wagubsu dalam pidato ilmiahnya pada acara Wisuda Diploma II,
Sarjana dan Akta Mengajar IV UMN Al-Washliyah periode Maret
2009 di Wasma Benteng.
Menurut Wagub, pada
akhirnya persaingan global tidak dapat dihindarkan lagi. Siapa
yang menguasai informasi, dialah yang menguasai peradaban.
Bangsa Indonesia,
katanya, sebagai bagian dari dunia secara global juga tak
luput dari persaingan. Tantangan ini akan dapat dimenangkan
apabila bangsa ini meningkatkan SDM nya, baik dari segi
kompetensi, inovasi dan intergritas.
Senada, Kordinator
Kopertis Wil-I Sumut-NAD, Prof. Dr. Ir. H. Zainuddin
mengatakan, di era globalisasi ini, peran strategi dan
kontribusi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam meningkatkan
daya saing itu sangat penting dan sesuai tuntutan dunia
pendidikan.
UMN Al-Washliyah
yang telah memproses pendidikan selama ini dengan baik dan
telah dihargai oleh masyarakat sebagai tempat mendidik
anak-anak mereka. Kontribusi UMN merupakan sumbangan yang
sangat berharga bagi para mahasiswanya mendapatkan ilmu
pengetahuan dan tekhnologi, etika dan nilai kebijakan.
Sadar akan
pentingnya peningkatan daya saing itu, UMN, kata Rektor Prof.
Hj. Sri Sulistyawati SH, M.Si, Ph.D, telah melakukan banyak
terobosan. Keberhasilannya tampak dengan minat mahasiswa yang
terus meningkat dari tahun ke tahun di kampus marhamah ini.
Sejak periode
kepemimpinan pertama tahun 2004 lalu, selain penyediaan sarana
dan prasarana penunjang kegiatan pendidikan, Sri Sulistyawati
telah berupaya agar UMN terus melakukan berbagai kerjasama
bidang pendidikan, baik dengan institusi pendidikan dalam dan
luar negeri. Untuk meningkatkan SDM, semua dosen telah
menyelesaikan pendidikan S-2 bahkan sebagiannya telah
menyelesaikan S-3.
Semua ini dilakukan
karena UMN punya komitmen yang jelas dalam rangka meningkatkan
kualitas pendidikannya. Para dosen pun diwajibkan memperdalam
Bahasa Inggeris agar mampu menggali ilmu dan beradaptasi
dengan kemajuan pendidikan secara global.
Bukan itu saja, UMN
kini membuka berbagai program baru, PGTK yang akan dijadikan
Pendidikan Anak Usia Dini serta program berjenjang S-2 bidang
studi Bahasa Indonesia. Kedepannya, akan lahir lagi
program-program pendidikan baru dan kerjasama pendidikan
terkini dengan intitusi pendidikan dan pemerintah. Yang jelas,
komitmen kita ingin menjadikan UMN sebagai perguruan tinggi
yang diperhitungkan,” tandas Rektor. |